loading...

Jumat, 12 Mei 2017

BAGAIMANA CARA KITA MENGATASI BERBAGAI MASALAH AGAR TIDAK BERUJUNG PADA STRESS DAN DEPRESI? BERPIKIR CARA EINSTEIN, SALAH SATU SOLUSI DARI SERIBU SOLUSI.


Berpikir Cara Einstein
                                           Img:bukalapak.com

Bagaimana cara kita mengatasi berbagai masalah agar tidak berujung pada stress dan depresi? Berpikir Cara Einstein, salah satu solusi dari seribu solusi. Berpikir Cara Einstein ? Ya. Siapa yang tidak mengenal sosok Albert Einstein?

Albert Einstein adalah seorang ilmuwan paling jenius pada abad 20, penemu efek fhotolistrik, teori relatifitas, menghadirkan pengetahuan tentang atom dan bidang kosmologi. Seorang jenius yang mampu memecahkan masalah-masalah dunia dan memahami  misteri-misteri yang ada di alam semesta ini. Bahkan karena kejeniusanya, membuat ratusan peneliti dan ilmuwan ingin mengetahui rahasia kejeniusannya. Cara berpikirnya yang awalnya dianggap mustahil oleh siapa pun, namun dengan kegilaan pikirnya yang berbeda dengan orang-orang lain, Einstein mampu menciptakan solusi.

Einstein mampu menciptakan solusi. Oleh karena itu sesuai judul artikel di atas salah satu solusi dari seribu solusi dalam memecahkan masalah, kali ini penulis ambil dari buku berjudul “Berpikir Cara Einstein”. Buku ini termasuk dalam kategori Best Seller atau buku terlaris di dunia dengan judul asli “How to think Like Einstein” karangan Scott Thorpe. Buku ini dialih bahasa oleh Drs. Arvin Saputra dengan judul terjemahan “Berpikir Cara Einstein” terbitan tahun 2002 dan saya senang sekali dapat membelinya saat itu. Alhamdulillah buku ini awet sampai sekarang dan dengan senang hati saya ingin berbagi dengan pembaca tentang isi buku tersebut.

Isi buku tersebut mengajarkan kepada kita, terlebih para pembaca untuk menciptakan solusi-solusi terhadap masalah-masalah yang timbul bahkan yang paling berat sekali pun. Mulai dari masalah pribadi, mengasuh dan mendidik anak, bisnis, meningkatkan peluang, membuat terobosan-terobosan baru yang kreatif dan artistik sampai bagaimana cara meningkatkan kualitas hidup kita.

Dalam buku tersebut tertulis bahwa dalam mengatasi berbagai masalah perlu beberapa langkah cara berfikir Einstein yaitu seperti :
1.   Mendefinisikan masalah
2.   Membuat Hirarki masalah
3.   Mengabaikan keterbatasan yang ada
4.   Menghapus jawaban-jawaban lama untuk sementara
5.   Menyederhanakan masalah
6.   Wortel (Apakah kebaikan yang diperoleh dari solusi)
7.   Cambuk ( Bagaimana jadinya bila solusi tidak tercapai)
8.   Mengubah ukuran masalahnya
9.   Melihat apakah masalahnya memotivasi : menarik dan menyenangkan?
10.  Membuat daftar ide sebanyak mungkin termasuk ide yang buruk.
11.  Memecahkan pola berdasarkan ide-ide yang yang sudah dibuat.

Dalam artikel ini penulis  tidak akan menjelaskan secara rinci tentang langkah-langkah tersebut diatas sebagaimana di buku yang lengkap dengan berbagai analogi, latihan, dan penjabarannya. Lantas bagaimana cara kita mengatasi berbagai masalah agar tidak berujung pada stress dan depresi dengan “Berpikir Cara Einstein?”

Ya “intisari” dari berpikir cara Einstein dengan belajar berfikir jenius ala Einstein adalah dengan menggunakan satu prinsip universal yaitu “ Anda harus melanggar segala macam aturan”. Ups! Anda jangan berhenti sampai di sini, teruslah membaca, pelajari dan pahami, jika anda tak ingin kehilangan tips sangat berharga dari Albert Einstein.

Albert Einstein berkata dalam kata-kata bijaknya bahwa “ Masalah-masalah penting yang kita hadapi tak dapat dipecahkan dengan pemikiran yang sama tingkatannya, seperti ketika kita menciptakan masalah-masalah tersebut”.

Kata-kata bijaknya yang lain yaitu “ Mereka yang berjiwa besar sedari dulu ditentang oleh mereka yang biasa-biasa saja.

Dalam buku dijelaskan bahwa hambatan-hambatan terbesar kita dalam memecahkan masalah yang berat dan bahkan mustahil adalah diri sendiri, yaitu pengalaman-pengalaman, asumsi yang keliru, penyamarataan, kaidah umum dan kebiasan-kebiasaan kita selama ini. Oleh karena itu kita harus keluar dari semua itu atau tepatnya kita harus melanggar aturan yang ada untuk memecahkan masalah yang berat dan mustahil tersebut.

Yah melanggar aturan merupakan rahasia kejeniusan, brilian dan ulet dari seorang Einstein. Melanggar aturan memang tidak mudah, tapi hal itu sangat menyenangkan dan mengasyikan, karena dunia seakan ada di tangan kita.

Mengapa melanggar aturan? Sejak kecil kita dilatih untuk mengikuti aturan, jika tidak, maka akan ada sanksi dan hukuman yangn mengenai kita dari orang tua kita. Demikian juga saat usia sekolah, kuliah, dan hingga kita bekerja. Semua berada dalam kemapanan aturan dan kita telah dilatih untuk mempelajari aturan-aturannya, menggunakannya, dan harus menghormatinya. Karena keterbatasan inilah yang mungkin menjerat kita dalam menyelesaikan masalah. Sebaliknya, saat jamannya Einstein memilih terisolasi dari komunitas ilmiah, tidak hadir dalam konvensi-konvensi untuk mempelajari apa yang dipikirkan orang lainnya, dan ia memilih bebas menciptakan solusi-solusi hebat.

Lantas, amankah jika kita gunakan prinsip melanggar aturan? Jawabannya adalah berhati-hatilah para pelanggar aturan. Kita tidak mungkin menggunakan pemikiran cara Einstein dan melanggar aturan untuk memecahkan masalah tanpa resiko. Oleh karena itu aturan seperti kesopanan, pertimbangan, dan kemurahan hati tidak boleh dikesampingkan begitu saja.

Apakah semua orang mampu berfikir secara Einstein?Semua orang mampu berpikir cara Einstein, mereka tak terbatas pada usia, tingkat pendidikan, kurang pengalaman, atau hal lainnya. Karena berfikir cara Einstein bukan proses yang rumit, tetapi juga tidak mudah. Berpikir secara Einstein dapat diibaratkan menulis dengan tangan kidal, artinya sesuatu yang sulit dilakukan, namun bisa dengan suatu latihan.

Bagaimana cara melatih berpikir cara Einstein?  Berpikir secara Eistein dapat dilakukan dengan sering latihan, melakukan perubahan, dan memakai alat-alat yang dapat membantu dengan lebih mudah dan mendapatkan hasil yang lebih besar. Semakin banyak latihan, maka semakin memudahkan. Selain itu kita harus menjaga  ide-ide yang ada agar terus berkembang dan lebih kreatif.

Bagaimana cara menemukan solusi dari masalah? Solusi dari masalah dapat ditemukan, jika kita mampu menentukan masalah dengan tepat. Masalah yang didefinisikan dengan cepat akan mengacu solusi tepat dan bahkan hebat, Sebaliknya, jika salah dalam menentukan masalah, maka mustahil solusi di dapatkan. Sebagai contoh adalah Ibarat saya ingin terbang dengan mengepakkan lengan saya seperti sayap. Apakah sebenarnya inti dari masalah tersebut? Apa motivasi atau kebutuhan dari masalah tersebut? Karena suatu masalah sebesar apa pun akan terpecahkan bila ada desakan kebutuhan dan motivasi tinggi untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Bagaimana shobat blogger, adakah masalah-masalah anda yang belum terpecahkan hingga saat ini hingga anda merasa stress? Jangan tunda lagi jika stress didiamkan dalam waktu lama akan berujung depresi. Kita semua sudah tahu akan dampak stress dan depresi yang berkepanjangan mampu mengundang segala penyakit menyerang kita. Penyakit akan semakin mengekang gerak kita dan merusak kehidupan kita.

Tunggu apa lagi, pecahkan segera masalah-masalah anda dengan cara berfikir secara Einstein ini. Langgarlah aturan-aturan yang membatasi ruang gerak dan berpikir Anda. Lupakan kelemahan-kelemahan kita dan cari kelebihan-kelebihan yang kita miliki. Singkirkan kebiasaan-kebiasaan lama yang berlaku hingga saat ini dan ciptakan ide kreatif dan mungkin sedikit dianggap gila oleh orang lain. Fokuskan bahwa masalah itu adalah kebutuhan mendesak kita, sehingga kita termotivasi untuk mencapainya.  

Kita mungkin tidak sejenius Einstein dengan segala hasil karyanya yang dapat dirasakan oleh umat manusia sedunia hingga saat ini. Namun dengan memakai cara berfikir Einstein yang jenius dalam mengatasi segala masalah, setidaknya kita mampu mencari solusi terbaik dan terhebat dari diri kita.

Dalam kondisi dan pikiran normal pernahkah terlintas bahwa seseorang akan mampu melompati pagar dinding setinggi 6 meter? Bagaimana jika dalam kondisi terdesak, bahwa seseorang tersebut butuh rasa aman dari segala bencana atau ancaman? Seseorang tersebut dengan mudah melewati pagar dinding setinggi 6 meter dengan cara yang tidak dipikirkan sebelumnya.

Banyak kisah-kisah inspiratif di sekitar kita, seseorang yang hanya mengenyam pendidikan SMP mampu menjadi owner dengan berbagai sektor bisnis dengan mempekerjakan ratusan orang lain dengan pendidikan yang melebihi dirinya untuk menjabat sebagai manajer atau staff ahli di perusahaannya.

Tak sedikit orang yang sukses hidupnya yang berangkat dari keluarga yang bukan dari orang tua yang berada dan sukses, tapi berasal dari keluarga miskin yang tak memiliki apa-apa. Tak terhitung pula orang berhasil mengenyam pendidikan tertinggi hingga ke luar negeri, sedangkan ia berasal dari orang tua yang buta huruf dan tak memiliki biaya pendidikan sedikit pun untuk anaknya.


Di sisi lain banyak para penyandang disabilitas, namun mereka mampu mengukir prestasi yang melebihi manusia normal dan sempurna fisiknya. Banyak pula dari diri mereka menjadi motivator ulung bagi orang lain, bahkan motivator untuk manusia normal yang merasa kurang dan putus asa dalam menjalankan kehidupannya.

Apakah faktor keberuntungan yang memihak pada mereka, hingga mereka dapat berhasil sukses dan mampu melebihi yang lain? Yah mereka memang beruntung. Beruntung memiliki sikap dan pemikiran yang melebihi yang lain. Mereka mau dan mampu melanggar aturan! Mereka mampu membuang pemikiran-pemikiran sempit mereka, mereka membuang stigma-stigma yang beredar, kebiasaan-kebiasan dan keyakinan orang-orang biasa. Mereka berlatih dan terus berlatih, ulet, pantang menyerah, yakin, percaya diri, dan akhirnya mereka berhasil dalam keberuntungannya.

 Apakah stigma-stigma yang beredar dalam masyarakat selama ini? Inilah beberapa contoh seperti :
1.   Orang miskin tidak bisa sekolah
2.   Orang disabilitas tidak dapat berbuat apa-apa dan hanya menjadi beban orang lain
3.   Jika tak ada modal maka tak bisa buka usaha
4.   Orang bisa sukses karena orang tua yang sukses
5.   Mukena berwarna putih  
6.   Bakso itu bulat
7.   Kopi hanya enak disajikan dan diminum saat panas
8.   Dan lain-lain.

  Sahabat blogger, sudah dijelaskan di bagian alenia sebelumnya  bahwa apa pun masalah dan sesulit apa pun pasti ada solusinya selama kita tahu apa sebenarnya masalah kita dan sebesar apa kebutuhan kita hingga kita memiliki desakan atau motivasi untuk mencapainya. Langgar aturan dan konsep-konsep lama yang masih ada dan membatasi kita, kembangkan ide-ide kreatif dan dapatkan solusi terbaik dan terhebat dari diri kita.

Demikianlah artkel kali ini, penulis berharap dengan membaca artikel ini pembaca mendapat satu tips berharga yang dapat membantu pembaca, bagaimana cara kita mengatasi berbagai masalah agar tidak berujung pada stress dan depresi. Berpikir Cara Einstein adalah salah satu tip solusinya.   









Kamis, 20 April 2017

YUK, LAKUKAN PESTA MATAHARI PAGI DAN RASAKAN KEASYIKAN, KENYAMANAN DAN KHASIATNYA BAGI KESEHATAN TUBUH DAN JIWA KITA!



YUK, LAKUKAN MATAHARI PAGI DAN RASAKAN KEASYIKAN, KENYAMANAN DAN KHASIATNYA BAGI KESEHATAN
                                         MATAHARI PAGI                                                 
                                                                 Img by satuharapan.com
        Halo sahabat dan pembaca,  semoga kesehatan dan kebahagiaan selalu mengiringi kita semua. Artikel kali ini penulis ingin mengajak para sahabat dan pembaca untuk melakukan pesta matahari pagi dan rasakan keasyikan, kenyamanan dan khasiatnya. Pesta matahari pagi?

       Ya, penulis sengaja menyebutnya sebagai suatu “pesta” matahari pagi. Sebab jika saya melakukannya, yaitu lakukan pesta matahari pagi sungguh terasa mengasyikan, nyaman dan tentu berkhasiat untuk menyehatkan tubuh dan jiwa kita.

       Nih, kalau bicara sesuatu yang mengasyikkan, biasanya sesuatu tersebut mampu mengundang para ibu-ibu atau emak-emak rempong untuk menyimak.

      Oya, Ibu-ibu saya perhatikan sangat bangga menyebut diri mereka sebagai ibu-ibu  rempong. Entahlah, apa karena mereka memang rempong alias repot alias ribet dengan segala urusannya mulai dari dapur, anak, suami, dan bla bla bla lainnya atau memang karena memang diri mereka sendiri yang suka bikin ribet sendiri alias repot sendiri alias rempong. Jadilah ibu-ibu rempong.

       Masalah yang bisa dibahas pun oleh Ibu-ibu rempong saat mereka berkumpul seolah tak ada habisnya, alias ada saja yang diomongin. Bahkan topik yang sama pun menjadi topik yang kemudian dibahas lagi dan tentunya ditambah-tambah lagi dengan hal-hal yang baru. Bahasa kerennya mereka selalu update berita-berita yang menjadi topik pembahasan mereka.

       Jika topiknya seputar suaminya yang baik dan perhatian, atau tentang keberhasilan anaknya dan atau topik tentang perhiasan dan gagdet baru memang menyenangkan, tapi kadang bikin iri juga lho bagi yang lainnya.

      Jika topiknya penyakit,  waduh lebih seru tuh tapi juga mengerikan. Seringnya sih membahas penyakit yang lagi ngetrend saat ini dan menjadi momok yang sangat menakutkan seperti kanker payudara, kanker serviks. Sering juga mereka saling curhat, mengeluh dan berbagi penyakit yang sama-sama mereka alami seperti vertigo, migrain, dan asam urat.

       Namun ada satu topik atau satu hal yang yang tidak ingin mereka bahas, tapi kebanyakan mereka juga mengalaminya. Apalagi sampai di ucapkan oleh yang lain terhadap dirinya. Ingin tahu apakah itu?

       Nih contohnya, hai Mba sekarang kok nambah ndut aja. Sembilan puluh sembilan persen yang ditanya pasti berubah sikap dan mimik mukanya tanda tidak suka atau bahasa kerennya gak ”like”, lantas apa jawabannya?

“Iya nih, padahal makan nasinya sedikit dan udah jarang”, atau

“Biarlah, berarti makmur dan gak malu-maluin suami”.

Dan banyak lagi dalih-dalih yang bisa menyelamatkan dirinya dari perasaan yang sesungguhnya.

Hehehe, mudah-mudahan Ibu-Ibu rempong tidak hanya pintar berdalih ya, tapi harus pinter mencari solusi. Nah dalam artikel kali ini penulis ingin mengajak pembaca semua untuk lalukan pesta matahari pagi.

        Seperti yang penulis sampaikan di atas tadi, bahwa pesta matahari pagi sungguh mengasyikan, nyaman dan tentu berkhasiat bagi kesehatan  tubuh dan jiwa kita.

        Sebelumnya simak dulu ya perihal tentang matahari pagi. Menurut kajian ilmu kesehatan dan pembaca pun bisa cari (searching) di internet deh, banyak  artikel yang membahas tentang manfaat matahari pagi.

Sinar matahari pagi yaitu sekitar pukul 07.00 – 09.00 pagi, terasa hangat dan sangat berkhasiat bagi kesehatan tubuh dan jiwa kita, yaitu :

1.   Sinar matahari pagi yang hangat mampu merangsang tubuh dalam memproduksi Vitamin D, yang berfungsi untuk :

a. Memperkuat tulang dan mencegah keroposan tulang (osteoporosis)
b. Mencegah kanker (paru-paru, kulit, porstat)
c. Mencegah penyakit diabetes
d. Menurunkan kadar kolesterol
e. Mencegah penyakit jantung.
 

2.   Sinar matahari pagi juga merangsang produksi hormon serotonin yaitu sebuah neurotransmitter di otak, yang dapat mengatur emosi dan suasana hati, pikiran lebih tenang, fokus, kosentrasi dan lebih positif.  

3.   Sinar matahari pagi dapat membantu melepaskan zat endorfin atau zat anti depresan alami, sehingga kita terhindar dari rasa depresi.

4.   Sinar matahari pagi mampu membantu memperlebar pembuluh darah di kulit, sehingga sirkulasi darah ke tubuh dan sistem metabolisme tubuh menjadi semakin baik dan lancar, serta terhindar dari gejala kelebihan berat badan (obesitas).

5.   Sinar matahari pagi dapat memperbaiki kulit akibat penyakit kronis seperti eksim, jerawat, jamur atau bakteri dan mengeringkan bekas luka.

6.   Sinar matahari pagi dapat membantu tubuh memproduksi lebih banyak sel darah putih yang mampu melawan infeksi dan penyakit, sehingga dapat memperkuat sistem pertahanan atau kekebalan tubuh.

7.   Sinar matahari pagi dapat membantu sistem detoksifikasi atau pembuangan racun tubuh melalui keringat tubuh dan memperbaiki fungsi hati.

8.   Sinar matahari pagi membantu tubuh dalam memproduksi melatonin oleh kelenjar pinea-organ di dasar otak yang mampu memperbaiki kualitas tidur menjadi lebih baik. Tidur yang baik dan berkualitas membuat tubuh dan jiwa menjadi segar dan sehat kembali.

       Sungguh luar biasa bukan nikmat Allah lewat sinar matahari pagi dan belum manfaat bagi yang lain-lainnya, belum nikmat-nikmat yang lain. Jelaslah, begitu banyak ayat-ayat dalam Alquran yang mengingatkan kita, bahwa nikmat Allah begitu banyak dan tak terhingga, maka nikmat mana lagi yang kamu dustakan?

      Nah pembaca, sehingga penulis merasa  tidak salah jika ingin mengajak pembaca semua untuk mensyukuri nikmat Allah SWT yang tiada tara ini dengan lakukan pesta matahari pagi.  Saya sendiri sangat menyukai pesta matahari pagi dan sungguh sangat mengasyikan, nyaman dan tentu berkhasiat bagi kesehatan tubuh dan jiwa kita.

      Yuk kita buat pesta matahari pagi. Waduh ibu-ibu masih punya dalih, ada yang bilang sibuk antar anak atau cucu sekolah, ada yang sibuk nyuci dan masak, ada yang memang sibuk kerja kantoran, dan sebagainya.

       Lucunya lagi, ketika hari Sabtu libur kantor, sekitar jam 7 pagi saya sedang asyik berkeliling kompleks sambil bersepeda santai . Saya melihat seorang ibu berjalan kaki dengan tangan kiri menggandeng seorang anak berseragam TK, sementara tangan kanan memegang payung yang menutupi di atas kepalanya. Memang sih pagi itu cuaca cerah sekali dan matahari bersinar dengan terang benderang.

     Ketika melihat pemandangan seperti itu, saya merasa lucu sekaligus terheran-heran. Apa yang ditakutkan oleh seorang Ibu berpayung di pagi hari? Apakah takut bedaknya luntur? Atau takut anak yang digandengnya kepanasan? Memang sih saya lihat  Ibu itu cantik dengan dandanan dan make-up nya, walaupun tubuhnya mekar ke samping. Eh kok jadi ngelantur ya.

      Ibu-ibu rempong, eh maaf ibu-ibu super sibuk masih bisa kok lalukan pesta matahari pagi di sela-sela kesibukan. Sebagai contoh saya pun bisa melakukan pesta matahari di sela-sela kesibukan saya di kantor, di kampus atau sedang di rumah.
        Dalam artikel ini saya ingin berbagi dengan semua pembaca, bagaimana cara melakukan pesta matahari pagi. Jika minat boleh kok mengikuti dan mempraktekkannya dan hasilnya di jamin mengasyikan, nyaman sekaligus menyehatkan.

      Menikmati pesta matahari pagi, “intinya” adalah kita berusaha mendapatkan sinar matahari pagi, yaitu sekitar pukul 07.00 – 09.00 pagi secara langsung di luar ruangan.

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menikmati pesta matahari pagi yaitu sebagai berikut :

1.   Jika ibu-ibu sibuk mengantar anak sekolah dan harus menunggunya hingga selesai, ibu-ibu bisa bergabung dengan ibu-ibu lainnya sambil ngobras eh ngobrol.

Jika selama ini lebih memilih di teras sekolah yang redup, mulai saat ini carilah tempat yang lapang atau di bawah pohon yang penting mendapat sinar matahari pagi secara langsung. Nikmati sinar hangatnya matahari dan rasakan nikmatnya keringat bercucuran di wajah dan bagian tubuah lainnya.

Saat keringat keluar melalui pori- pori kulit kita, maka di saat itulah racun-racun dalam tubuh keluar bersama keringat. Maka, berbahagia dan bersyukurlah atas pengobatan yang murah meriah ini, bahkan gratis tis tis tis dari sang Illahi.  

2.   Jika ibu-ibu sibuk belanja ke pasar untuk masakan hari ini dengan naik motor atau angkot, maka mulai saat ini lakukanlah dengan naik sepeda atau dengan jalan kaki sambil menikmati hangatnya sinar matahari.

Sinar matahari pagi dan dengan jalan kaki sangat baik untuk kesehatan jantung, kekuatan tulang dan sendi, peredaran darah dan sistem metabolisme tubuh menjadi lancar.
 
Selain itu keringat yang keluar melalui pori- pori kulit kita akan membawa dan membuang racun-racun dalam tubuh kita.

3.   Jika Ibu-ibu sibuk mencuci manual, maka mulai saat ini lakukan mencuci di luar ruangan sambil menikmati hangatnya sinar matahari pagi. Jika sibuk mencuci pakai mesin, maka sambil menunggu cucian digiling ibu-ibu bisa melakukan sesuatu yang lain di luar ruangan.
 
     Misalnya menyiram tanaman atau bunga, menyapu teras atau gerak badan. Intinya dapatkan sinar matahari pagi dan keluar keringat.

4.   Jika ibu-ibu harus memasak di pagi hari, maka lakukan dengan menyiangi sayuran atau mengiris bumbu di luar ruangan atau apa saja.

Mungkin kalau bisa tunda dulu kegiatan memasak atau kegiatan lain sampai pukul 09.00 pagi agar ibu-ibu bisa menikmati hangatnya sinar matahari pagi.

5.   Jika ibu-ibu sibuk kerja di kantor, sebelum jam masuk kantor gunakan waktu sebaik-baiknya untuk menikmati hangatnya sinar matahari pagi, misalnya :
     Duduk di taman sambil buka email lewat HP, membuat draft-draft surat kontrak kerja, draft  Rencana Anggaran Biaya (RAB), atau yang lainnya.

Sekedar jalan santai keliling taman atau lapangan sambil melakukan gerakan badan, tangan, kaki dan kepala.

 Pergi ke kantin kantor dengan jalan kaki bila waktunya memungkinkan.

6.   Jika ibu-ibu sibuk kuliah atau sedang di kampus, maka sebelum kegiatan kuliah dilakukan, bisa melakukan hal-hal berikut :

Lakukan persiapan presentasi materi atau belajar atau sekedar ngobrol di taman atau lapangan kampus. Nikmati hangatnya sinar matahari pagi sekaligus menghirup segarnya udara pagi di bawah pohon-pohon disekitar kampus.

       Pembaca setia dan ibu-ibu super sibuk, masihkah bilang tidak sempat buat pesta matahari pagi? Rugi besar lho, jika masih berdalih sibuk alias repot alias rempong. Betapa pentingnya  sinar matahari pagi bagi kesehatan tubuh dan jiwa kita.
      Sebaiknya lakukan pesta matahari pagi setidaknya 15 menit hingga 30 menit setiap pagi hari. Jika hari libur bisa dilakukan dengan kegiatan bersepeda santai keliling kompleks, lari pagi atau olah raga lain di lapangan.

      Jika kita rajin dan tetap rutin melakukan pesta matahari pagi dan merasakan keasyikan dan kenyamanannya, maka hasilnya inSya Allah kesehatan tubuh dan jiwa kita semakin baik.
        Kita semakin rileks, jauh dari depresi, jauh dari obesitas, sakit jantung dan manfaat lainnya seperti yang dijelaskan di atas tentang manfaat sinar matahari pagi. Tentu saja diimbangi dengan pola hidup dan makan sehat agar hasilnya lebih optimal.
Terima kasih.

Salam sehat dan bahagia selalu.

Jumat, 31 Maret 2017

Humor Itu Sehat. MAHMUDI DAN MAHMUNAH



Hari ini kesabaran Mahmunah bener-bener diuji. Mahmudi suaminya tipe suami yang polos, lugu, tidak peka, tapi selalu bikin rasa kangen Mahmunah. Mahmudi tipe lelaki yang baik, penyayang, setia dan itu sudah dipahami Mahmunah sejak masih pacaran.

Mahmunah dan Mahmudi sama-sama bekerja di sebuah PT di wilayah pinggiran Jakarta hingga sekarang. Kini Mahmunah sudah menikah dengan Mahmudi setahun lalu, dan mereka tinggal di rumah kontrakan dekat tempat pekerjaan mereka.

Hari itu hari Minggu dan kebetulan mereka libur alias tidak lembur kerja. Namun bagi Mahmunah tidak ada kata libur, sebab ketika di rumah pun pekerjaan sudah mengantri minta diselesaikan. Mahmunah tidak pernah mengeluh apalagi menggerutu, semua dikerjakan dengan sabar dan senang hati.

PAGI HARI

Mahmunah lagi sibuk mencuci pakaian di belakang dekat dapur. Agar tidak merasa capek, Mahmunah menyanding Radio dan memilih lagu dangdut kesukaannya. Sesekali tangannya berhenti mengucek lantas memeragakan adegan dalam lagu, seakan ingin menghayati secara total.

Mahmudi          :    “Maaa… “
                              Terdengar suaminya memanggil agak berteriak dari Kamar
                              “ Kopinya uda belum?”
Mahmunah      :     “Udaaah…” Mahmudah menjawab dengan berteriak juga.

Mahmudi          :     “ Maaa… Air hangat buat mandi uda beluuum?”
                               Mahmudi bertanya lagi dan tetap dari dalam kamar
Mahmunah      :     “Udaaah…” Mahmudah menjawab dengan berteriak juga.


Mahmudi          :     “Maaa… “
                               “ Indomie nya uda mateng beluuum?”
Mahmunah      :     “Udaaaah…”

Mahmudi          :     Merasa sudah disiapin semua, Mahmudi keluar kamar.
                               Tapi Mahmudi kaget terheran-heran sambil tengak-tengok.
                               “ Ma, air hangat buat mandi mana? Kopi? Indomie juga mana?
                               Kok nggak ada, katanya tadi udah.”

Mahmunah      :     "Udaaah.. Nonton aja terus tuh infotainment. Tadi Mama uda bilang
                               kalau gas habis dan minta tolong dibeliin. Lupa ya?”
Mahmudi          :     “Masya Allah Ma….lupa.”
                               Mahmudi terkekeh kekeh tertawa sembari ngedipin mata kiri ke
                               Mahmunah istrinya. Lantas melepas selang gas.


SORE HARI

Selepas istirahat tidur siang Mahmudi dan Mahmudah saling bercengkerama di kamar. Saat seperti inilah saat yang mendamaikan hati dan menenangkan jiwa. Tak peduli kaya atau miskin.

Mahmudi          :     “ Ma, mumpung libur sore ini mau ke mana?”
Mahmunah      :     “ Gaklah.”
Mahmudi          :     “ Ke mall yuk”
Mahmunah      :     “ Gaklah.”

Mahmudi          :     “ Muter-muter yuk”
Mahmunah      :     “ Gaklah.”
Mahmudi          :     “ Makan Pecel lele di luar aja yuk”
Mahmunah      :     “ Gaklah.”

Mahmudi          :     “ Mau nya ke mana?”
Mahmunah      :      “ Gaklah.”
Mahmudi          :     “ Oh aku tahu, Mama suka Peyek Teri sama Peyek Rebon kan?
                                 Hayoooo…pasti mau. Kita beli yuk di deket gerbang pasar.”

Mahmunah      :     “ Ok lah kalau gitu.”
                                Mahmunah malah yang semangat. Langsung siap-siap.

                               Mahmudah dan Mahmudi berboncengan naik motor.
Mahmunah      :      “ Pa, katanya ke gerbang pasar, kok lewat sini?’
Mahmudi          :     “ Muter-muter dulu lah Ma, biar gak suntuk”

Mahmunah      :      “ Oh ya udah.
                                 Pa, kok tiba-tiba perut laper. Itu ada Pecel lele.
                                 Makan dulu yuk.”
Mahmudi          :      “ Tar aja Ma, di sana juga ada.”

                               Dua Puluh menit kemudian.
Mahmunah      :     “ Pa, itu ada pecel lele, makan yuk.”
Mahmudi          :     “ Ma, tempatnya kotor dekat sampah, yang lain aja ya.”
Mahmunah      :     “ Oh ya udah. Pa.”

                               Hampir satu jam muter-muter, tiba-tiba hujan.
Mahmudi          :     “ Yah hujan Ma, gimana?”
Mahmunah      :     “ Pulang ajalah.” Nada Mahmunah agak kesel.
Mahmudi          :      “ Ok deh.” Mahmudi membelokkan motornya dan buru-buru gas.

                               Dua puluh menit kemudian mereka sampai rumah.
Mahmudi          :     “ Alhamdulillah, untung ga deres hujan.
                                Ngomong-ngomong kok laper ya.
                                Masak indomie Ma”

Mahmunah      :     Mahmunah ga mampu menyembunyikan kesalnya.
                              “ Pa, apa ku bilang tadi. Mama gak mau kemana-mana.
                                Akhirnya apa?
                                Makan pecel lele gak jadi, peyek teri ga jadi, peyek ikan asin juga.
                                Kalau cuma mau makan indomie di rumah, kenapa muter-muter
                                dulu selama sejam lebih, terus hujan-hujanan?.
                                Mahmunah ngibrit ke kamar. “Huh..”.

Mahmudi          :     Bingung dan Bengong.