loading...

Jumat, 12 Mei 2017

BAGAIMANA CARA KITA MENGATASI BERBAGAI MASALAH AGAR TIDAK BERUJUNG PADA STRESS DAN DEPRESI? BERPIKIR CARA EINSTEIN, SALAH SATU SOLUSI DARI SERIBU SOLUSI.


Berpikir Cara Einstein
                                           Img:bukalapak.com

Bagaimana cara kita mengatasi berbagai masalah agar tidak berujung pada stress dan depresi? Berpikir Cara Einstein, salah satu solusi dari seribu solusi. Berpikir Cara Einstein ? Ya. Siapa yang tidak mengenal sosok Albert Einstein?

Albert Einstein adalah seorang ilmuwan paling jenius pada abad 20, penemu efek fhotolistrik, teori relatifitas, menghadirkan pengetahuan tentang atom dan bidang kosmologi. Seorang jenius yang mampu memecahkan masalah-masalah dunia dan memahami  misteri-misteri yang ada di alam semesta ini. Bahkan karena kejeniusanya, membuat ratusan peneliti dan ilmuwan ingin mengetahui rahasia kejeniusannya. Cara berpikirnya yang awalnya dianggap mustahil oleh siapa pun, namun dengan kegilaan pikirnya yang berbeda dengan orang-orang lain, Einstein mampu menciptakan solusi.

Einstein mampu menciptakan solusi. Oleh karena itu sesuai judul artikel di atas salah satu solusi dari seribu solusi dalam memecahkan masalah, kali ini penulis ambil dari buku berjudul “Berpikir Cara Einstein”. Buku ini termasuk dalam kategori Best Seller atau buku terlaris di dunia dengan judul asli “How to think Like Einstein” karangan Scott Thorpe. Buku ini dialih bahasa oleh Drs. Arvin Saputra dengan judul terjemahan “Berpikir Cara Einstein” terbitan tahun 2002 dan saya senang sekali dapat membelinya saat itu. Alhamdulillah buku ini awet sampai sekarang dan dengan senang hati saya ingin berbagi dengan pembaca tentang isi buku tersebut.

Isi buku tersebut mengajarkan kepada kita, terlebih para pembaca untuk menciptakan solusi-solusi terhadap masalah-masalah yang timbul bahkan yang paling berat sekali pun. Mulai dari masalah pribadi, mengasuh dan mendidik anak, bisnis, meningkatkan peluang, membuat terobosan-terobosan baru yang kreatif dan artistik sampai bagaimana cara meningkatkan kualitas hidup kita.

Dalam buku tersebut tertulis bahwa dalam mengatasi berbagai masalah perlu beberapa langkah cara berfikir Einstein yaitu seperti :
1.   Mendefinisikan masalah
2.   Membuat Hirarki masalah
3.   Mengabaikan keterbatasan yang ada
4.   Menghapus jawaban-jawaban lama untuk sementara
5.   Menyederhanakan masalah
6.   Wortel (Apakah kebaikan yang diperoleh dari solusi)
7.   Cambuk ( Bagaimana jadinya bila solusi tidak tercapai)
8.   Mengubah ukuran masalahnya
9.   Melihat apakah masalahnya memotivasi : menarik dan menyenangkan?
10.  Membuat daftar ide sebanyak mungkin termasuk ide yang buruk.
11.  Memecahkan pola berdasarkan ide-ide yang yang sudah dibuat.

Dalam artikel ini penulis  tidak akan menjelaskan secara rinci tentang langkah-langkah tersebut diatas sebagaimana di buku yang lengkap dengan berbagai analogi, latihan, dan penjabarannya. Lantas bagaimana cara kita mengatasi berbagai masalah agar tidak berujung pada stress dan depresi dengan “Berpikir Cara Einstein?”

Ya “intisari” dari berpikir cara Einstein dengan belajar berfikir jenius ala Einstein adalah dengan menggunakan satu prinsip universal yaitu “ Anda harus melanggar segala macam aturan”. Ups! Anda jangan berhenti sampai di sini, teruslah membaca, pelajari dan pahami, jika anda tak ingin kehilangan tips sangat berharga dari Albert Einstein.

Albert Einstein berkata dalam kata-kata bijaknya bahwa “ Masalah-masalah penting yang kita hadapi tak dapat dipecahkan dengan pemikiran yang sama tingkatannya, seperti ketika kita menciptakan masalah-masalah tersebut”.

Kata-kata bijaknya yang lain yaitu “ Mereka yang berjiwa besar sedari dulu ditentang oleh mereka yang biasa-biasa saja.

Dalam buku dijelaskan bahwa hambatan-hambatan terbesar kita dalam memecahkan masalah yang berat dan bahkan mustahil adalah diri sendiri, yaitu pengalaman-pengalaman, asumsi yang keliru, penyamarataan, kaidah umum dan kebiasan-kebiasaan kita selama ini. Oleh karena itu kita harus keluar dari semua itu atau tepatnya kita harus melanggar aturan yang ada untuk memecahkan masalah yang berat dan mustahil tersebut.

Yah melanggar aturan merupakan rahasia kejeniusan, brilian dan ulet dari seorang Einstein. Melanggar aturan memang tidak mudah, tapi hal itu sangat menyenangkan dan mengasyikan, karena dunia seakan ada di tangan kita.

Mengapa melanggar aturan? Sejak kecil kita dilatih untuk mengikuti aturan, jika tidak, maka akan ada sanksi dan hukuman yangn mengenai kita dari orang tua kita. Demikian juga saat usia sekolah, kuliah, dan hingga kita bekerja. Semua berada dalam kemapanan aturan dan kita telah dilatih untuk mempelajari aturan-aturannya, menggunakannya, dan harus menghormatinya. Karena keterbatasan inilah yang mungkin menjerat kita dalam menyelesaikan masalah. Sebaliknya, saat jamannya Einstein memilih terisolasi dari komunitas ilmiah, tidak hadir dalam konvensi-konvensi untuk mempelajari apa yang dipikirkan orang lainnya, dan ia memilih bebas menciptakan solusi-solusi hebat.

Lantas, amankah jika kita gunakan prinsip melanggar aturan? Jawabannya adalah berhati-hatilah para pelanggar aturan. Kita tidak mungkin menggunakan pemikiran cara Einstein dan melanggar aturan untuk memecahkan masalah tanpa resiko. Oleh karena itu aturan seperti kesopanan, pertimbangan, dan kemurahan hati tidak boleh dikesampingkan begitu saja.

Apakah semua orang mampu berfikir secara Einstein?Semua orang mampu berpikir cara Einstein, mereka tak terbatas pada usia, tingkat pendidikan, kurang pengalaman, atau hal lainnya. Karena berfikir cara Einstein bukan proses yang rumit, tetapi juga tidak mudah. Berpikir secara Einstein dapat diibaratkan menulis dengan tangan kidal, artinya sesuatu yang sulit dilakukan, namun bisa dengan suatu latihan.

Bagaimana cara melatih berpikir cara Einstein?  Berpikir secara Eistein dapat dilakukan dengan sering latihan, melakukan perubahan, dan memakai alat-alat yang dapat membantu dengan lebih mudah dan mendapatkan hasil yang lebih besar. Semakin banyak latihan, maka semakin memudahkan. Selain itu kita harus menjaga  ide-ide yang ada agar terus berkembang dan lebih kreatif.

Bagaimana cara menemukan solusi dari masalah? Solusi dari masalah dapat ditemukan, jika kita mampu menentukan masalah dengan tepat. Masalah yang didefinisikan dengan cepat akan mengacu solusi tepat dan bahkan hebat, Sebaliknya, jika salah dalam menentukan masalah, maka mustahil solusi di dapatkan. Sebagai contoh adalah Ibarat saya ingin terbang dengan mengepakkan lengan saya seperti sayap. Apakah sebenarnya inti dari masalah tersebut? Apa motivasi atau kebutuhan dari masalah tersebut? Karena suatu masalah sebesar apa pun akan terpecahkan bila ada desakan kebutuhan dan motivasi tinggi untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Bagaimana shobat blogger, adakah masalah-masalah anda yang belum terpecahkan hingga saat ini hingga anda merasa stress? Jangan tunda lagi jika stress didiamkan dalam waktu lama akan berujung depresi. Kita semua sudah tahu akan dampak stress dan depresi yang berkepanjangan mampu mengundang segala penyakit menyerang kita. Penyakit akan semakin mengekang gerak kita dan merusak kehidupan kita.

Tunggu apa lagi, pecahkan segera masalah-masalah anda dengan cara berfikir secara Einstein ini. Langgarlah aturan-aturan yang membatasi ruang gerak dan berpikir Anda. Lupakan kelemahan-kelemahan kita dan cari kelebihan-kelebihan yang kita miliki. Singkirkan kebiasaan-kebiasaan lama yang berlaku hingga saat ini dan ciptakan ide kreatif dan mungkin sedikit dianggap gila oleh orang lain. Fokuskan bahwa masalah itu adalah kebutuhan mendesak kita, sehingga kita termotivasi untuk mencapainya.  

Kita mungkin tidak sejenius Einstein dengan segala hasil karyanya yang dapat dirasakan oleh umat manusia sedunia hingga saat ini. Namun dengan memakai cara berfikir Einstein yang jenius dalam mengatasi segala masalah, setidaknya kita mampu mencari solusi terbaik dan terhebat dari diri kita.

Dalam kondisi dan pikiran normal pernahkah terlintas bahwa seseorang akan mampu melompati pagar dinding setinggi 6 meter? Bagaimana jika dalam kondisi terdesak, bahwa seseorang tersebut butuh rasa aman dari segala bencana atau ancaman? Seseorang tersebut dengan mudah melewati pagar dinding setinggi 6 meter dengan cara yang tidak dipikirkan sebelumnya.

Banyak kisah-kisah inspiratif di sekitar kita, seseorang yang hanya mengenyam pendidikan SMP mampu menjadi owner dengan berbagai sektor bisnis dengan mempekerjakan ratusan orang lain dengan pendidikan yang melebihi dirinya untuk menjabat sebagai manajer atau staff ahli di perusahaannya.

Tak sedikit orang yang sukses hidupnya yang berangkat dari keluarga yang bukan dari orang tua yang berada dan sukses, tapi berasal dari keluarga miskin yang tak memiliki apa-apa. Tak terhitung pula orang berhasil mengenyam pendidikan tertinggi hingga ke luar negeri, sedangkan ia berasal dari orang tua yang buta huruf dan tak memiliki biaya pendidikan sedikit pun untuk anaknya.


Di sisi lain banyak para penyandang disabilitas, namun mereka mampu mengukir prestasi yang melebihi manusia normal dan sempurna fisiknya. Banyak pula dari diri mereka menjadi motivator ulung bagi orang lain, bahkan motivator untuk manusia normal yang merasa kurang dan putus asa dalam menjalankan kehidupannya.

Apakah faktor keberuntungan yang memihak pada mereka, hingga mereka dapat berhasil sukses dan mampu melebihi yang lain? Yah mereka memang beruntung. Beruntung memiliki sikap dan pemikiran yang melebihi yang lain. Mereka mau dan mampu melanggar aturan! Mereka mampu membuang pemikiran-pemikiran sempit mereka, mereka membuang stigma-stigma yang beredar, kebiasaan-kebiasan dan keyakinan orang-orang biasa. Mereka berlatih dan terus berlatih, ulet, pantang menyerah, yakin, percaya diri, dan akhirnya mereka berhasil dalam keberuntungannya.

 Apakah stigma-stigma yang beredar dalam masyarakat selama ini? Inilah beberapa contoh seperti :
1.   Orang miskin tidak bisa sekolah
2.   Orang disabilitas tidak dapat berbuat apa-apa dan hanya menjadi beban orang lain
3.   Jika tak ada modal maka tak bisa buka usaha
4.   Orang bisa sukses karena orang tua yang sukses
5.   Mukena berwarna putih  
6.   Bakso itu bulat
7.   Kopi hanya enak disajikan dan diminum saat panas
8.   Dan lain-lain.

  Sahabat blogger, sudah dijelaskan di bagian alenia sebelumnya  bahwa apa pun masalah dan sesulit apa pun pasti ada solusinya selama kita tahu apa sebenarnya masalah kita dan sebesar apa kebutuhan kita hingga kita memiliki desakan atau motivasi untuk mencapainya. Langgar aturan dan konsep-konsep lama yang masih ada dan membatasi kita, kembangkan ide-ide kreatif dan dapatkan solusi terbaik dan terhebat dari diri kita.

Demikianlah artkel kali ini, penulis berharap dengan membaca artikel ini pembaca mendapat satu tips berharga yang dapat membantu pembaca, bagaimana cara kita mengatasi berbagai masalah agar tidak berujung pada stress dan depresi. Berpikir Cara Einstein adalah salah satu tip solusinya.   









Tidak ada komentar:

Posting Komentar